Featured Posts

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 28 Januari 2017

TEKNIK DAN CARA UNTUK BERLARI LEBIH CEPAT DAN EFISIEN


Image result for cara berlari yang baik dan benar
Teknik lari dibutuhkan untuk menghasilkan kecepatan yang lebih dengan efisiensi tenaga yang tinggi, juga untuk pencegahan cidera. Berikut adalah langkah-langkah agar dapat berlari dengan cepat dan baik.
1.       Nafas
Teknik nafas sebenarnya lebih ke pola, yaitu perpaduan antara dalamnya nafas dan ritmenya. Dalam nafas yang paling baik adalah bernafas dalam-dalam walaupun sedikit lebih lama. Hal ini bertujuan untuk memperbanyak persentasi volume udara yang masuk sampai paru-paru dalam satu hembusan. Dibandingkan bernafas dengan dangkal yang lebih singkat, cara ini masih lebih baik. Sementara ritme nafas yang baik adalah mengikuti langkah kaki, sehingga gerakan seluruh tubuh serasa harmonis. Umumnya, ritme pernafasan yang cocok adalah 3 - 3 (menghirup selama 3 langkah kaki, menghebus selama 3 langkah kaki), sementara atlet professional biasanya menggunakan ritme 2 - 2.
Namun perpaduan ritme dan dalamnya nafas tergantung pada kemampuan pribadi. Hal tersebut dilakukan dengan merasakan pengaruh kelipatan ritme terhadap kelipatan volume udara yang masuk. Misalkan, jika dari pola asal, ritme ditambah dua kali lebih lama sementara volume yang masuk tidak mencapai lebih dari dua kali lipat, maka pola asal yang lebih baik.
2.       Postur Tubuh
Bagaimana bentuk tubuh ketika berlari akan sangat menentukan performa yang dapat dihasilkan. Postur tubuh yang baik akan menghemat tenaga tubuh sehingga dapat berlari cepat tanpa kelelahan dengan cepat. Postur tubuh yang benar adalah:
a.       Badan miring ke depan
Badan yang dimiringkan ke depan dapat memanfaatkan gravitasi sebagai dorongan berlari sehingga kaki tidak banyak mengelurakan tenaga. Posisi ini juga membolehkan tubuh untuk melakukan akselerasi yang besar tanpa kehilangan keseimbangan
b.      Badan lurus tanpa ditekuk
Hal ini bertujuan untuk memperluas ruang perut dada dan mempermudah pernafasan. Perut yang lurus juga mencegah keram perut yang sering terjadi pada pelari pemula.
b.      Kepala tegak
Kepala yang tidak menunduk akan memudahkan pernafasan dengan memastikan saluran tenggorokan tetap terbuka lebar. Pandangan yang terarah ke depan juga membantu mental untuk terus maju dan waspada terhadap apa yang ada di depan.
 

3.       Gerakan Tubuh
Hal terkahir namun tak kalah penting juga adalah gerakan tubuh yang tepat. Gerakan juga akan menentukan berapa banyak dorongan yang dapat dihasilkan untuk setiap tenaga yang dihabiskan. Gerakan tubuh yang baik memiliki beberapa poin antaranya:
a.       Pola langkah
Langkah kaki yang paling efisien adalah langkah yang pendek dan turnover yang tidak terlalu cepat. Gerakan ini terbukti dapat menghasilkan dorongan yang cukup tanpa cepat melelahkan kaki, karena kaki tidak menjadi terlalu miring dalam menyangga berat tubuh. Frekuensi langkah yang terbaik digunakan adalah 3 langkah per detik, langkah kaki tetap pendek tetapi jarak yang dijangkau dalam satu langkah yang dapat diatur untuk menyesuaikan pace.
Langkah yang lebar memang menghasilkan dorongan lebih banyak, tetapi menghabiskan tenaga dan melelahkan kaki dengan jauh lebih banyak. Langkah lebar cukup untuk lari sprint saja, gunakan langkah pendek untuk lari jarak jauh.

b.      Posisi injakan kaki
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah posisi menginjakkan kaki. Selalu langkahkan kaki tegak lurus dibawah pinggang lalu dari posisi itu tendang ke belakang. Jika kaki sampai melangkah lebih depan lagi, akan menyebabkan tubuh ‘mengerem’. Ini disebabkan momentum badan yang disalurkan ke kaki yang sedang miring ke depan, akan menghasilkan pantulan yang mengarah ke belakang sehingga mengurangi momentum tubuh dan memperlambat lari. Posisi injakan ini juga tepat dengan stride pendek.

c.       Titik injakan dan dorongan pada telapak kaki
Titik injakan yang paling tepat adalah pada bagian tengah telapak kaki. Jika terlalu belakang mendekati tumit menyebabkan kehilangan momentum tubuh sementara terlalu depan menyebabkan otot betis cepat lelah. Injakan pada bagian tengah kaki berarti telapak kaki separas dengan permukaan, sesaat sebelum injakan. Lalu, gunakan telapak bagian depan yaitu sekitar persendian pangkal jari sebagai titik dorong, untuk propulsi kaki yang lebih baik.

d.      Pola injakan
Dalam melangkah, jangan terlalu lama menginjak permukaan tanah. Cukup seperti menyikat tanah dengan halus dan singkat. Jika terlalu lama, kaki akan seperti melekat pada permukaan dan akhirnya meperlambat lari.

Dengan menggabungkan keempat poin diatas, kaki akan terlihat seperti berputar dan mengalir dengan semilir dibawah tubuh. Tidak ada sama sekali pantulan atau dorongan ke belakang yang dirasakan tubuh. Jika hal ini terjadi, maka langkah kakinya sudah efisien.

e.      Gerakan lengan
Jangan meremehkan lengan, karena inilah yang menjadi penyeimbang gerakan kaki. Saat berlari, tekukan lengan yang baik adalah 90o dengan ayunan lengan yang juga sekitar 90o. ketika tangan diayunkan, usahakan ayunan selurus mungkin dengan sedikit kemiringan. Ayunan sebaiknya tidak melewati garis tengah tubuh, agar tidak mempersempit ruang paru-paru.

f.      Gerakan Badan bagian atas
Ayunan putaran badan dapat membantu lengan dalam menstabilkan pergerakan tubuh. Arah putaran selalu berlawanan dengan arah putaran kaki jika dilihat dari atas, dengan intensitas ayunan yang tidak terlalu besar. Ayunan badan juga dapat memberi kekuatan gerakan ekstra pada kaki.

Referensi :
 http://panduanpelari.web.id/panduan/teknik.htm

ILMU GIZI OLAHRAGA


 Image result for ilmu gizi olahraga
Zat gizi (Nutrients): ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya(menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses- proses kehidupan).
Pengertian Ilmu Gizi Olahraga : ilmu yang mempelajari hubungan antara pengelolaanmakanan dengan kinerja fisik yang bermanfaat untuk kesehatan, kebugaran, pertumbuhananak serta pembinaan prestasi olahraga.Tujuan mempelajari ilmu gizi olahraga adalah memahami hubungan nutrisi, gayahidup,dan kinerja fisik.
MACAM-MACAM ZAT GIZI
1. Karbohidrat
2. Protein
3. Lemak 
4. Vitamin
5. Mineral
6. Air 
KLASIFIKASI ZAT GIZI
Makro:
- Karbohidrat
- Protein
- Lemak 
Mikro:
- Vitamin
- Mineral
- Air 
FUNGSI ZAT GIZI
Memberi energi- karbohidrat, lemak dan proteinPertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh- protein, mineral dan air (zat pembangunMengatur proses tubuh- protein, mineral, air dan vitamin
AKIBAT GANGGUAN GIZI TERHADAP FUNGSI TUBUH
Akibat Gizi Kurang:
- pertumbuhan
- produksi tenaga
- pertahanan tubuh
- struktur dan fungsi otak 
– perilaku.
Akibat Gizi Lebih:
- kegemukan / obesitas
PENGERTIAN MINUMAN RINGAN
Minuman ringan (soft drink ) adalah minuman yang tidak mengandungalkohol, merupakan minuman olahan dalam bentuk bubuk atau cair yangmengandung bahan makanan dan / atau bahan tambahan lainnya baik alamimaupun sintetik yang dikemas dalam kemasan siap untuk dikonsumsi. Minumanringan terdiri dari dua jenis, yaitu: minuman ringan dengan karbonasi(carbonated soft drink) dan minuman ringan tanpa karbonasi.
Minuman ringan dengan karbonasi adalah minuman yang dibuat denganmengabsorpsikan karbondioksida ke dalam air minum. Minuman ringan tanpakarbonasi adalah minuman selain minuman ringan dengan karbonasi.
Bahan makanan dan tambahan lainnya yang ditambahkan dalamminuman ringan terdiri dari:
a. Bahan makanan alami meliputi buah-buahan dan / atau produk dari buah-buahan, daun-daunan dan/atau produk dari daun, akar-akaran, batang/kayutumbuhan, rumput laut, susu dan / atau produk dari susu.
b. Bahan makanan sintetik meliputi sari kelapa, vitamin, stimulan.
c. Tambahan lainnya meliputi: pemberi rasa, pemberi asam, pemberi aroma,pewarna dan pengawet, garam
 Keuntungan
1.              Untuk membersihkan toilet :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke dalam toilet.Tunggu sejam, kemudian siram sampai bersih.Asam sitric dalam Coca-Cola menghilangkan noda-noda dari keramik .
2.              Untuk membersihkan karburator mobil :
Campur sekaleng Coca-Cola ke dalam karburator.Panaskan mesin 15-30 menit.Dinginkan mesin, setelah itu buang air karburator.Anda akan melihat karat yang rontok bersama air tersebut.
3.              Untuk menghilangkan titik-titik karat dari bumper /chrome mobil:
Gosok bumper dengan gumpalan alumunium foilyang direndam dalam Coca-Cola
4.              Untuk membersihkan korosi dari terminal aki mobil :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola di atas terminal akiuntuk membersihkan korosi.
5.              Untuk melonggarkan baut yang berkarat :
Gosokkan kain yang direndam dalam Coca-Colapada baut yang berkarat.
6.              Untuk menghilangkan noda-noda lemak pada pakaian :
Tuangkan sekaleng Coca-Cola ke dalam tumpukancucian yang bernoda lemak, tambahkan detergent,dan putar dengan putaran normal.Coca-cola/Pepsi akan menolong menghilangkan noda lemak.
Kerugian
PH rata-rata dari soft drink,a.l. Coca-Cola & Pepsi adalah 3.4.Tingkat keasaman ini cukup kuat untuk melarutkan gigi dan tulang!Tubuh kita berhenti menumbuhkan tulang pada usia sekitar 30th.
Setelah itu tulang akan larut setiap tahun melalui urine tergantung dari tingkatkeasamanmakanan yang masuk.
Semua Calcium yg larut berkumpul di dalam arteri,urat nadi, kulit, urat dagingdan organ,yang mempengaruhi fungsi ginjal dalam membantu pembentukan batu ginjal.
Soft drinks tidak punya nilai gizi (dalam hal vitamin dan mineral).
Mereka punya kandungan gula lebih tinggi, lebih asam, dan banyak zat aditif sepertipengawet dan pewarna.
Sementara orang suka meminum soft drink dingin setelah makan,coba tebak apa akibatnya? Akibatnya?Tubuh kita mempunyai suhu optimum 37 supaya enzim pencernaan berfungsi.
Suhu dari soft drink dingin jauh di bawah 37,terkadang mendekati 0.Hal ini mengurangi keefektivan dari enzim dan memberi tekanan pada sistempencernaankita,mencerna lebih sedikit makanan.
Bahkan makanan tersebut difermentasi.Makanan yang difermentasi menghasilkan bau, gas, sisa busuk dan racun, yangdiserap oleh usus, diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh.Penyebaran racun ini mengakibatkan pembentukan macam-macam penyakit.
Beberapa Contoh
Beberapa bulan lalu, ada sebuah kompetisi di Universitas Delhi :
Siapa dapat minum Coca-Cola paling banyak??
Pemenangnya  meminum 8 botol dan mati seketika karena  kelebihan Karbondioksida
dalam darah dan kekurangan oksigen..Setelah itu, Rektor melarang semua soft drink di semua  kantin universitas.
Seseorang menaruh gigi patah di dalam botol pepsi, dan dalam 10 hari gigi tersebut melarut!
Gigi dan tulang adalah satu-satunya organ manusia tetap utuh selama tahunan setelah manusia  mati Dan sepertinya coca cola pepsi dkk. akan lebih laku jika  membuat produk pembersih toilet
Pangan fungsional adalahmakanandan bahan pangan yang dapat memberikan manfaat tambahan di samping fungsi gizi dasar pangan tersebut. Sedangkan Minuman fungsional ialah minuman yang merupakan salah satu jenis dari pangan fungsional.
Energy Drink 
merupakan jenis minuman yang dapat memberikan sensasi segar setelahdikonsumsi. Komposisi Energy Drink, antara lain terdiri dari: Gula, Gingko Biloba, L-Carnitine, Anti Oxydant, Caffeine, Guarana, Taurine, Ginseng, Yerba Mate, Vitamin B,Glucoronolactone, Creatine. Efek fungsional yang ditimbulkan Energy Drink adalah meningkatkan energy. Dampak negative Energy Drink biasa ditimbulkan oleh kafein dantaurine yang dikonsumsi berlebihan..
Akhirnya, kami dapat menyimpulkan bahwa Energy Drink aman dikonsumsi sebagaiminuman fungsional (masih layak sebagai minuman fungsional) asalkan penikmatnyamematuhi aturan saran penyajian serta tidak mengonsumsinya secara berlebihan.
Kebutuhan Protein Optimal bagi Atlet
Gizi yang cukup yang dapat menjamin kesehatan optimal dibutuhkan oleh seorang atletuntuk berprestasi tinggi. Tetapi banyak para atlet yang berbakat tidak mengerti hubungan yang langsung antara gizi yang cukup dengan bentuk tubuh, endurans, fitnes, dan pencegahan terhadap kecelakaan berlatih. Tulisan di bawah ini akan membahas salah satuzat gizi, yaitu protein dalam hubungannya dengan praktek makan atlet, pertumbuhan dankekuatan, serta performa atlet, dengan harapan bahwa atlet, pelatih, manajer, ahli gizi, danorang-orang yang memberikan pelayanan kepada atlet, memahami serta dapatmempraktekkannya dalam tugas nyata sehari-hari.
Zat Protein
Protein dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari dapat berasal dari hewani maupunnabati. Protein yang berasal dari hewani seperti daging, ikan, ayam, telur, susu, dan lain-lain disebut protein hewani, sedangkan protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhanseperti kacang-kacangan, tempe, dan tahu disebut protein nabati. Dahulu, protein hewanidianggap berkualitas lebih tinggi daripada protein nabati, karena mengandung asam-asamamino yang lebih komplit.
Tetapi hasil penelitian akhir-akhir ini membuktikan bahwa kualitas protein nabati dapatsetinggi kulaitas protein hewani, asalkan makanan sehari-hari beraneka ragam. Dengansusunan hidangan yang beragam atau sering pula disebut sebagai menu seimbang, makakekurangan asam amino dari bahan makanan yang satu, dapat ditutupi oleh kelebihanasam-asam amino dari bahan makanan lainnya. Jadi dengan hidangan : ada nasi atau penggantinya, lauk-pauk, sayur-sayuran, dan buah-buahan, apalagi bila ditambah susu,maka susunan hidangan adalah sehat. Bukan saja jumlah atau kualitas zat-zat gizi yangkita butuhkan tercukupi, tetapi juga kualitas zat-zat gizi yang kita konsumsi bermutu tinggi.
Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan, pembentukan otot, pembentukansel-sel darah merah, pertahanan tubuh terhadap penyakit, enzim dan hormon, dan sintesa jaringan-jaringan badan lainnya. Protein dicerna menjadi asam-asam amino, yangkemudian dibentuk protein tubuh di dalam otot dan jaringan lain. Protein dapat berfungsisebagai sumber energi apabila karbohidrat yang dikonsumsi tidak mencukupi seperti padawaktu berdiit ketat atau pada waktu latihan fisik intensif. Sebaiknya, kurang lebih 15%dari total kalori yang dikonsumsi berasal dari protein.
Apakah Atlet Harus Makan Banyak Protein?
Secara tradisional, atlet diharuskan makan lebih banyak daging, telur, ikan, ayam, dan bahan makanan sumber protein lainnya, karena menurut teori, protein akan membentuk otot yang dibutuhkan atlet.
Hasil penelitian mutakhir membuktikan bahwa bukan ekstra protein yang membentuk otot, melainkan latihan. Latihan yang intensif yang membentuk otot. Untuk membangundan memperkuat otot, anda harus memasukkan latihan resistan seperti angkat besi didalam program latihan.
Agar cukup energi yang dikonsumsi untuk latihan pembentukan otot, makanan harus mengandung 60% karbohidrat dan 15% protein dari total energi. Kedengarannya aneh, tetapi sesungguhnya seorang atlet binaragawan dan pelari marathon dapat mengkonsumsimakanan dari hidangan yang sama. Seorang binaragawan cenderung berotot lebih besar dari pelari, karena itu ia membutuhkan lebih banyak energi.
Besarnya jumlah protein yang dikonsumsi, dapat dilihat dari perhitungan di bawah ini.
• Seorang pelari yang beratnya 70 kg membutuhkan 2.600 kcal. Sebanyak 15% dari2.600 kcal ini berasal dari protein yaitu 390 kcal atau antara 74 g protein.
• Seorang binaragawan yang beratnya 95 kg membutuhkan 3.600 kcal. Sebanyak 15% dari 3.600 kcal yaitu 540 kcal berasal dari protein atau setara dengan 108 g protein.
Jadi seorang atlet pelari marathon membutuhkan 74 g protein, dan seorang binaragawanmembutuhkan 108 g protein dari hidangan makanan yang sama.
Tidak jarang nasihat makanan yang diberikan membingungkan atlet. Seorang atlet angkat besi diharapkan makan daging, steak, telur, ayam lebih banyak untuk pembentukan otot,dan dianjurkan minum minuman yang mengandung protein. Tetapi sesungguhnya tidak demikian. Seorang atlet angkat besi membutuhkan karbohidrat lebih banyak. Karenakarbohidrat dibutuhkan untuk cadangan energi di dalam otot. Anda tidak akan dapatmengangkat beban yang berat kalau jumlah karbohidrat yang tersedia di dalam otot sudahmenipis. Makanan yang mengandalkan protein tidak menyediakan bahan bakar untuk otot, sehingga prestasi yang dicapai akan optimal.
Makanan yang terbaik untuk atlet harus mensuplai cukup protein tetapi tidak berlebihanuntuk keperluan perkembangan dan perbaikan jaringan otot yang aus, produksi hormon,dan mengganti sel-sel darah merah yang mati dengan yang baru. Seringkali atletmengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi protein, sehingga mereka mendapatkandobel dari kebutuhannya; kelebihan protein yang dikonsumsi ini disimpan dalam bentuk lemak badan.
Kebutuhan Protein
Kebutuhan akan protein bervariasi antar atlet. Menurut Angka Kecukupan Konsumsi Zat-zat Gizi, seseorang membutuhkan 1 g protein per kg berat badan, tetapi ada atlet yangmembutuhkan lebih banyak, misalnya seorang pelari yang sedang berlatih intensif, atauseseorang yang sedang berdiit yang mengkonsumsi rendah kalori, atau seorang pemulayang baru mulai berlatih. Di bawah ini diilustrasikan anjuran konsumsi protein:
• Atlet berlatih ringan : 1,0 gram protein/kg berat badan
• Atlet yang rutin berlatih : 1,2 gram protein/kg berat badan
• Atlet remaja (sedang tumbuh) : 1,5 gram protein/kg berat badan
• Atlet yang memerlukan otot : 1,5 gram protein/kg berat badan
 
Untuk menghitung berapa banyak protein yang dibutuhkan sangat mudah. Mula-mula,anda mengidentifikasi diri termasuk golongan atlet yang mana, misalnya termasuk atletyang secara rutin berlatih. Umur anda 25 tahun, dan berat badan 70 kg. Maka anda setiaphari sesungguhnya membutuhkan sebanyak 70 x 1,2 g protein = 84 g protein.Kemudian anda membuat lis makanan dan minuman selama 24 jam, misalnya mulai anda bangun pagi hari sampai pagi hari berikutnya dicatat jenis, komposisi, dan banyaknyamakanan dan minuman yang dikonsumsi. Dengan mempergunakan Daftar KomposisiBahan Makanan (DKBM) anda akan mengetahui jumlah protein yang dikonsumsi dalamsehari. Kemudian dibandingkan dengan anjuran, apakah kurang atau lebih banyak dariyang direkomendasikan.
Referensi :
 http://agussunantoblog.blogspot.co.id/2012/09/ilmu-gizi-olahraga.html

PERBEDAAN PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA

  Image result for perbedaan olahraga dan pendidikan jasmani
 
Ada yang berpendapat bahwa dua istilah yaitu pendidikan jasmani dan olahraga mempunyai satu pengertian yang sama, padahal keduanya memiliki makna yang berbeda.
Sebelum mengetahui perbedaan antara pendidikan jasmani dan olahraga. Sebaiknya kita mengetahui definisi istilah masing-masing.
Menurut Para Ahli Definisi Pendidikan Jasmani
James A.Baley dan David A.Field (2001; dalam Freeman, 2001). Pendidikan fisikal adalah aktivitas jasmani yang membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh. Lebih lanjut kedua ahli ini menyebutkan bahwa: ‘Pendidikan jasmani adalah suatu proses terjadinya adaptasi dan pembelajaran secara organik, neuromuscular, intelektual, sosial, kultural, emosional, dan estetika yang dihasilkan dari proses pemilihan berbagai aktivitas jasmani.’
Bucher, (1979). Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari suatu proses pendidikan secara keseluruhan, adalah proses pendidikan melalui kegiatan fisik yang dipilih untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan organik, neuromuskuler, interperatif, sosial, dan emosional
Freeman (2001:5). Pendidikan jasmani memusatkan diri pada semua bentuk kegiatan aktivitas jasmani yang mengaktifkan otot-otot besar (gross motorik), memusatkan diri pada gerak fisikal dalam permainan, olahraga, dan fungsi dasar tubuh manusia.
Barrow (2001; dalam Freeman, 2001). Pendidikan jasmani dapat didefinisikan sebagai pendidikan tentang dan melalui gerak insani, ketika tujuan kependidikan dicapai melalui media aktivitas otot-otot, termasuk: olahraga (sport), permainan, senam, dan latihan jasmani (exercise). Hasil yang ingin dicapai adalah individu yang terdidik secara fisik. Nilai ini menjadi salah satu bagian nilai individu yang terdidik, dan bermakna hanya ketika berhubungan dengan sisi kehidupan individu.
UNESCO lewat ICSPE. Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani, dalam rangka memperoleh peningkatan kemampuan dan keterampilan jasmani pertumbuhan kecerdasan dan pembentukan watak
Menurut Para Ahli Definisi Olahraga
Edward (1973). Olahraga harus bergerak dari konsep bermain, games, dan sport. Ruang lingkup bermain mempunyai karakteristik antara lain; a. Terpisah dari rutinitas, b. Bebas, c. Tidak produktif, d. Menggunakan peraturan yang tidak baku. Ruang lingkup pada games mempunyai karakteristik; a. ada kompetisi, b. hasil ditentukan oleh keterampilan fisik, strategi, kesempatan. Sedangkan ruang lingkup sport; permainan yang dilembagakan.
Webster’s New Collegiate Dictonary (1980). Olahraga adalah ikut serta dalam aktivitas fisik untuk mendapatkan kesenangan, dan aktivitas khusus seperti berburu atau dalam olahraga pertandingan (athletic games di Amerika Serikat).
Cholik Mutohir olahraga. Olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan, perlombaan/pertandingan, dan prestasi puncak dalam pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila.
Jadi perbedaan Pendidikan Jasmani dan Olahraga :
Pendidikan Jasmani (physical education) digunakan untuk kalangan pendidikan sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Sedangkan Olahraga (Sport) untuk kegiatan di luar pendidikan yang berorientasi pada peningkatan prestasi melalui pertandingan dan perlombaan
Perbedaan Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Pendidikan Jasmani
Olahraga
  • Pemahaman gerak
  • Berpacu pada satuan kurikulum
  • Subyeknya pelajar (Child Centered)
  • Pribadi anak seluruhnya
  • Entry Behavior
  • Pengaturan disesuaikan
  • Gerak kehidupan sehari-hari
  • Perhatian ekstra pada anak lamban
  • Tidak mesti bertanding
  • Wajib
  • Prestasi
  • Bebas
  • Subyeknya atlet (Subject centered)
  • Kinerja motorik
  • Talent Scouting
  • Aturan Baku
  • Gerak fungsional cabang
  • Ditinggalkan
  • Selalu bertanding
  • Bebas

REFERENSI :
  1. Ateng Abdulkadir  (1993), Azas dan Landasan Pendidikan Jasmani dan Olahraga, Jakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
  2. Drs. Aip Syarifudin, M.Pd. dkk (2000), Azas dan Falsafah Penjaskes, Jakarta, Universitas Terbuka
  3. Dr. Hj. Tisnowati Tamat, Drs. Moekarto Mirman, M, Ed (1998). Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Jakarta,  Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
  4. Di akses : Senin, 13 Mei 2013: Pukul. 22:56 WIB: http://penjaskes-pendidikanjasmanikesehatan.blogspot.com/2010/11/pengertian-definisi-pendidikan-jasmani.html.
  5. Di akses : Senin, 13 Mei 2013. Pukul. 23:02 WIB: http://berkasmakalah.blogspot.com/2012/11/makalah-definisi-olahraga-menurut-para.html